NAMA            : BURHANUDDIN

NIM                : 1001112131

MK                  : KOMUNIKASI PENYULUHAN

Dosen Pembimbing : ANUAR RASYID,S.Sos,M.Si

 

 

BAB I

SEJARAH PERKEMBANGAN PENYULUHAN

 

Sejarah dan Perkembangan Penyuluhan di Dunia

Istilah penyuluhan pertamakali di Inggris, istilah penyuluhan pertamakali diperkenalkan oleh Universitas Cambridge tahun 1873 untuk mendeskripsikan suatu inovasi pendidikan khusus. Gerakan penyuluhan pertanian di Amerika Serikat juga dimulai melalui sesuatu Universitas yaitu Universita Chicago pada tahun 1892

salah satu sistem penyuluhan terbaik di dunia ditemukan di Denmarak, dimana penyuluhan tidak hanya dilakukan pada tingkatan usaha tani saja, namun juga pada hulu dan hilirnya dengan melibatkan semua petani partisipan temasuk perguruan tinggi.

Di dunia ketiga, penyuluhan berkembang setelah perang dunia kedua usai. Di Amerika Latin dan Karibia kebanyakan penyuluhan pertanian dimulai pada tahun 1970. Di negara bekembang penyuluhan dikenal sekitar tahun 70-an sampai 80-an dengan menepatkan pemerintah sebagai perksasa dan menitiberatkan penggunaan pendekatan top-dwon knowledge transfer. Dalam pengembanganya sekitar thun 90-an telah di perkenalkan perspektif baru ini berdasarkan pendekatan yang lebih sesuai dengan pembangunan pertanian secara keseluruhan.

Strategi baru penyuluhan yaitu strategi Extension Campaign (SEC) sebagai pendekatan penyuluhan pertanian. Secara fungsional menghubungkan penyuluhan dengan penelitian dan media lokal, dan konsepnya diperkenalkan oleh FAO dibeberapa Negara Asia, Afrika dan Amerika Latin. Secara umum, SEC menggunakan pendekatan sistem yang dimulai dari identifikasi faktor-faktor mayoritas di pertanian yang mensurfei partisipasi tentang pengetahuan, sikap perilaku, petani serta know-how dan teknologi yang mungkin dkembangkan secara loka.

Sejarah dan Perkembangan Penyuluhan di Indonesia

di Indonesia, perkembangan penyuluhan mulai tercatan bersamaan dengan berdirinya Departemen Pertanian (Landbouw) pada tahun 1905. Hal ini dilakukan oleh semacam penyuluhan pertanian (landbouw-adniseur) yang ditugaskan secara khusus untuk memberikan nasehat tentang pertanian. Kegiatan penyuluhan meningkat sejalan dengan didirikannya landbow school tahun 1908 yang lulusnnya dibebantukan pada nasehat pertanian.

Pada tahun 1993, kegiatan penyuluhan yang berorientasi hanya pada peningkatan produksi saja. Filsafah yang selama ini diketahui hanya sekedar meningkatkan produksi perlu dikaji kembali. Selain itu, kelembagaan, istitusi, (pendidikan atau pemerintahan atau birkrasi) yang dibangun  dengan orientasi peningkatan produksi disektor pertanian termasuk subsector tanaman pangan, perkebunan, periklanan dan peternakan juga perlu ditinjau kembali.

Penyuluhan Pertanian Tahun 1945-1969

Pada tahun 1945-1950 dan 1948-1950 plan itu dinyatakan gagal karena terganggu gejolak revolusi fisik. Republik Indonesia (1950-1959) Plan Kasimo yang belum sempat dilaksanakan diganti dengan rencana wakasono, yang kemudian menjadi Rencana Kesejahteraan Istimewa (RKI) dengan tujuan: 1. Memperbanyak produksi benih bibit unggul dengan cara menambah balai dan kebun bibit; 2. Perbaikan dan perluasan perairan desa; 3. Peningkatan penggunaan pupuk; 4. Peningkatan pemberantasan hama; 5. Meningkatkan pendidikan masyarakat pedesaan dengan mendirikan balai pendidikan masyarakat desa.

Pada tahun 1950, dalam subsector peternakan, khususnya usaha pertenakan ras ayam mulai dirintis kegiatan impor ayam ras. Pada tahun 1959-1969, yang dikenal periode terpimpin telah banyak terjadi perubahan. Motto olon-oln asal klaton di ubah menjadi cepat dan cepat.

Pada masa ini, muncul gagasan untuk mengembalikan konsep penyuluhan pertanian berasakan kesukarelaan, otoaktivitas, demokrasi dan lain-lain yang dipimpin oleh departemen pertanian dan berbagai pihak pelaksanaan, yaitu pelaksanaan pertanian, jawatan pertanian rakyat, fakultas-fakultas pertanian, organisasi dan tokoh-tokoh pertanian memiliki dua tujuan utama yaitu: memprogresifkan pendekatan penyuluhan dan membangun organisasi penyuluhan pertanian.

Bersamaan dengan usaha itu, institut pertanian bogor (IPB) mencoba pilot projeck cara penyuluhan efektif guna meningkatkan produksi padi, yang dikenal dengan demonstrasi massal (SSBM). Gerakan memotifasi petani yang memuaskan yang saat ini kemudian diperluas lagi hingga mencapai 150.000 Ha dengan nama baru Bimbingan Massal atau BIMAS SSBM.

Penyuluhan Pertanian pada Repelita

Pada REPELITA I (1969-1974) penyuluhan pertanian memulai data sistematik dan dirintis penyuluhan pertanian lapangan (PPL). REPELITA II (1974-1979), ditandai dengan pemetaan organisasi penyuluhan yakni, dilakukan pemisahan fungsi-fungsi pengaturan dan pelayanan berdasarkan Keppres No.44 dan 45 dengan SK mentan No.468/Kpts/Org/12/1975 tanggal 25 Desember 1975. Pada REPELITA III (1979-1984), fenomena penting dalam penataan penyuluhan pertanian berkaitan dengan perluasan Organisasi Departemen Pertanian. Status Jabatan Fungsional dari para penyuluhan telah  diatur dalam SK Mentan No.73/1985 dan surat edaran bersama mentan dalam kepala badan administrasi Kepegawaian Negara No 17/Kpts/LP.401/I/1986-1/SE/1986 tentang pengertian dan falsafat pengertian penyuluhan pertanian. Melalui surat keputusan bersam Mentri Dalam Negeri dan Mentri Pertanian Nomor : 54 Tahun 1956-301/Kpts/LP.120/4/96, balai penyuluhan pertanian (BPP).

Melalui surat keputusan bersama mentri dalam negri dan mentri pertanian nomor : 54 tahun 1956-301 /Kpts/LP.120/4/96, ternyata penyuluhan pertanian tetap dianggap sebagai sistem pendidikan nonformal di bidang pertanian bagi para petani-peternak-nelayan dan keluarganya. Ditekankan bahwa informasi pertanian merupakan satu data/bahan yang diperlukan oleh penyuluh pertanian (BIPP) adalah unit kerja penyuluhan pertanian yang secara organik berada di bawah dan bertanggung jawab dengan Bupati / Wali Kota Kepala Daerajh tingkat II.

Balai Penyuluhan pertanian (BPP) serata balai informasi dan penyuluhan pertanian bertugas menyusun program penyuluhan, membimbing penyusunan rencana kerja penyuluhan dan melakukan kegiatan penyuluhan ditingkat kecamatan. Rencana kegiatan pendayagunaan segala sumber daya penyuluhan pertanian tersebut di berbagai tingkat disesuaikan berdasarkan prinsip kerjasama yang serasi, selaras dan terpadu.

BAB II

TINJAUAN UMUM TENTANG PENYULUHAN

Filsafat Penyuluhan

Kata filsafat berasal dari kata Yunani “philosophi”, yaitu “philore” yang berarti “cinta” dan “shopia” yang berarti “kebijakan”. Jadi filsafat berati cinta akan kebijakan (love of wisdom). Kebijakan menurut filsafat adalah:

  1. Mempunyai “insight”, pengertian yang meliputi seluruh kehidupan manusia dalam segala aspek.
  2. Sikap yang benar, yang baik dan tepat berdasarkan pengertian yang mendorong hidup yang sesuai dengan pengertian yang dicapai.

Adapun perbedaan utama yang terdapat antara filsafat dan ilmu pengetahuan pada jenis macam pengetahuan yang dicari. Filsafat memperlihatkan pandangan dan sikap praktis, olehkarenanya bersifat radikal, filsafat tidak mengarahkan pandangan-pandangan kepada sebab-sebab terdekat, melainkan kepada mengapanya, yang terakhir sepanjang kemampuan yang dapat dicapai oleh akal budi manusia. Ilmu pengetahuan menjurus kepada sasaran yang sempit dan tinjauan yang mendalam, filsafat menjurus kepada sasaran yang luas, menyeluruh, total dan komprehensip.

 Filsafat Pendidikan

Barnadib (1997:14) mengatakan bahwa filsafat pendididkan adalh ilmu yang pada hakikatnya jawaban dari pernyataan-pernyataan dalam lapangan pendidikan. Filsafat pendidikan lebih baiak dipelajari oleh mereka yang memperdalam ilmu pendidikan dan keguruan.

Etika Penyuluhan

Etika dalam penyuluhan yaitu: 1. Perilaku sebagai manusia seutuhnya,2. Perilaku sebagai anggota masyarakat,3, perilaku yang menunjukkan penampilan sebagai penyuluh yang handal,4. Perilaku yang mencerminkan dinamika.

Kendala-kendala Penyuluhan

Sifat-sifat yang harus dipunyai oleh penyuluh antara lain:

(1) mempunyai kecakapn menghadapi masyarakat sasaran penyuluhan,

(2) mempunyai kecakapn menghadapi mesyarakat umum,

(3) mempunyai pengertian yang mendalam tentang masyarakat sasaran penyuluhan,

(4) mempunyai sifat dan bakat yang cocok untuk bergaul.

BAB III

KOMUNIKASI PENYULUHAN

Pengertian komunikasi dan penyuluhan

Manusia tidak dapat hidup kalau tidak berkomunikasi dengan manusia lain, yaitu terutama lingkungan sekitarnya, dimana ia selsalu berinteraksi dengan orang lain, misalnya komunitas kampus, kantor, pasar, bandara, stasiun, terminal, dan di masyarakat. Komunikasi sduah menjadi kebutuhan manusia. Komunikasi tidak mungkin dipisahkan dari keseharian dan setiap aktivitas manusia. Meskipun posisi komunikasi sangat esensial, tetapi para ahli dalam memaksimalkan komunikasi masih sangat beragam. Secara sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dengan orang yang menerima pesan. Kesamaan disini bisa dimaknai dengan kesamaan terhadap makna yang diterima. Senada dengan hal ini bahwa komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin “com-munis”. Yang berarti sama. Apabila kita berkomunikasi (to communication), ini berasal dalam keadaan berusaha untuk menimbulkan kesamaan.

Komunikasi juga dianggap sangat penting bagi suatu keberhasilan suatu organisasi. Argumen ini tentulah melihat bahwa setiap orang atau individu dalam suatu organisasi selalu terlibat dalam pengalihan informasi. Dimana dalam sebuah organisasi banyak ditemukan bagian-bagian, seperti yang sering dilahat dalam struktur organisasi. Kerena itu  maka Parton (1992:3) mengatakan komunikasi terdiri dari pengalihan informasi dan pengertian di antara bagian-bagian dan orang dalam suatu organisasi serta berbagai cara dan media yang terlibat dalam pertukaran. Oleh karena itu komunikasi efektif sangat penting bagi keberhasilan organisasi.

Dalam penyuluhan harus mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

  1. Pendidikan untuk mengubah pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  2. Memebantu masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri, oleh karenanya harus ada kepercayaan dari masyarakat sasaran.
  3. Belajar sambil melakukan sesuatu, sehingga ada keyakinan atas kebenaran terhadap apa yang di ajarkan.

Penyuluhan juga harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Penyuluhan adalah proses pengembangan individu maupun kelompok untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga meningkatkan harkat dan martabatnya.
  2. Penyuluhan adalah pekerjaan yang harus diselaraskan dengan budaya masyarakat setempat.
  3. Penyluhan adalah proses dua arah dan harus merupakan pendidikan yang berkelanjutan.
  4. Penyuluhan adalah hidup dengan saling berhubungan, saling menghormati dan saling mempercayai.
  5. Penyuluhan harus mampu menumbuhkan cita-cita yang melandasi untuk berfikir kreatif, dinamis, dan inovatif.
  6. Penyuluhan harus mengacu pada kenyataan-kenyataan dan selalu disesuaikan dengan keadaan yang dihadapi.

Perbedaan antara penyuluhan, penerangan, dan propaganda

Sebagai seorang penyuluh harus dapat membedakan tugas-tugas yang dilaksanakannya dan tugas penerangan dan propaganda. Penyuluhan adalah sistem pendidikan formal tanpa paksaan atau perintah, yang dapat membimbing para petani kearah kesadaran, memdorong dan meyakinkan para petani bahwa apa yang telah dianjurkan yang merupakan petunjuk-petunjuk praktis dibidang pertanian. Jika diikitu atau dipraktekkan akan membawa ke arah perbaikan, yang meliputi better farming, better business dan better living. Ciri-ciri penyuluhan yaitu :

  1. Dilakukan secara kontinuitas
  2. Merupakan kegiatan nyata untuk membantu peninggatan kegiatan yang telah ada
  3. Mendorong dan merangsang melakukan perbaikan sendiri dan secara bersama
  4. Mengandung unsur pendidikan
  5. Menimbulkan perubahan cara berfikir, cara kerja dan cara hidup.

Penerangan dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan yang hanya sekedar memberitahu tanpa mengharapkan bahwa orang yang diberi penerangan itu akan menerapkan apa yang te;lah diberitahukannya. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

  1. Dilakukan saat diperlukan
  2. Kegiatan isidental, sekedar memberitahukan
  3. Bersifat penjelasan
  4. Tidak kontonuitas
  5. Tidak mengenal bimbingan lanjutan
  6. Tidak mengenal pelayanan yang praktis

Sedangkan propaganda biasanya dilakukan oleh seorang petugas atau agen dari suatu lembaga usaha yang memiliki ciri-ciri antara lain :

  1. Dilakukan pada saat diperlukan
  2. Kegiatan isidentaldi tempat itu sekedar ada kesempatan
  3. Bertujuan komersial untuk memperoleh pasaran
  4. Tanpa bimbingan lanjutan
  5. Kadang-kadang menjatuhkan lawan atau saingan.

Fungsi penyuluhan adalah untuk menjembatani kesenjangan anatara praktik yang biasa dijalankan oleh para petani dengan pengetahuan dan teknologi yang selau berkembang menjadi kebutuhan para petani tersebut.

Inti dari kegiatan penyuluhan adalah penyampaian informasi. Penyampaian informasi yang masih tersimpan dapat diketehui dan dimanfaatkan oleh lapisan masyarakat secara bersama-sama baik oleh sumber informasi sendiri atau maupun oleh pihak yang membutuhkan dan atau menjadi sasaran iunformasi. (Totok, 1982:69). Disebutkannya juga bahwa penyuluhan tidak lepas dari aktivitas komunikasi. Sebab kegiatan penyuluhan merupakan proses penggunaan bersama informasi mengenai berbagai masalah penting yang semua piha memerlukan. Dengan kata lain penyuluhan merupakan proses komunikasi.

BAB IV

ASPEK-ASPEK DALM KOMUNIKASI PENYULUHAN

Aspek Komunikator

Komunikator adalh individu atau kelompok masyarakat yang mengambil prakarsa atau sedang mengadakan komunikasi dengan individu atau dengan kelompok masyarakat menjadi sasarannya. Jadi komunikator merupakan sumber komunikasi yang sekaligus juga bertindak sebagai penyaji (Totok, 1982:78).

Seseorang komunikator harus memiliki kredibilitas yang tinggi. Untuk menaikkan krebelitas yang bisa menyangkut kecakepan, keprcayaan dan keahlian, maka dibutuhkan pola agar dapat membangun kredebilitas seseorang komunikator.

Menurut Parton (1996:180) Komunikator harus menguasai 4 keahlian dasar yaitu:

  1. Mendengar, memberi dan memberikan umpan balik
  2. Menujukkan ketegasan
  3. Menangani konflik
  4. Memecahkan masalah

Peran komunikator dapat dilihat dari dua sisi yaitu:

  1. Etos komunikator, maksudnya adalah nilai diri seseorang yang merupakan paduan dari kognisi atau efektif, dan konasi. Faktor yang dapat menyebabkan adanya etos dalam diri seseorang adalah kesiapan, kesungguhan, kepercayaan, keramahan dan kesederhanaan.
  2. Sikap, maksudnya suatu kesiapan kegiatan, suatu kecenderungan pada diri seseorang untuk melakukan suatu kegiatan menuju atau menjahui nilai-nilai sosial.

Dalam meningkatkan kualitas tenaga penyuluh, stimulus yang dimaksud adalah dapat berupa memberikan pengetahuan kepada para tenaga penyuluh, baik untuk penyuluh pertanian, maupun penyuluh lainnya. Dengan pengetahuan yang mereka dapatkan, reaksi yang didapat berupa meningkatnya pengetahuan tenaga penyuluh yang merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki. Tetapi penerima pengetahuan ini juga masih ditentukan oleh nilai baik dan buruk, posittif dan negatif, menyenangkan dan tidak menyenangkan dari tenanga penyuluh itu sendiri.

Aspek Pesan

Siregar (1985:12) memebrikan pengertian pesan adalah setiap wujud signal yang dapat merangsang atau menyentuh penerima dan menciptakan efek berupa pengenalan dan pengertian. Menurut pesan dapat berupa signal terdengar, terlihat, teraba, tercium, terkecap. Dari sini dapat diketahui bahwa sifat pesan dapat dikenali dari indra penerima yang menangkap signal tersebut.

Sebagai upaya  meningkatkan keterampilan dan pengetahuan tenaga penyuluh, maka secara konsepsional materi yang diberikan kepada tenaga penyuluh disesuaikan dengan kondisi dilapangan yang duhadapi.

Cara penyampaian pesan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan bahas verbal maupun non verbal. Bahasa verbal adalah penyampaian yang menggunakan bahasa. Bahasa merupakan alat yang paling vital dalam komunikasi.

Pemaham terhadap bahasa adalah yang mempunyai peranan yang sangat berarti bagi penyampaian informasi dalam komunikasi. Bahasa dijadikan sebagai alat untuk mengungkapkan gagasan dan apabila ada kesamaan dalam memahami gagasan tersebut maka akan ada kesepakatan di antara orang-orang yang sedang berkomunikasi.

Menggunakan komunikasi non verbal. Juga terdapat bermacam-macam bahasa non verbal yaitu:

  1. Emblems
  2. Illustrator
  3. Affects display
  4. Reguler
  5. Adaptor

Kondisi yang harus dipenuhi jika kita menginginkan tanggapan yang sesuai dengan yang kita khendakai yaitu:

  1. Pesan harus dirancang dan disampaikan dengan sedemikian rupa sehingga dapat menarik perhatian komunikan.
  2. Pesan harus menggunakan lambang yang tertuju pada pengalaman yang sama antara komunikator dengan komunikan, sehingga sama-sama mengerti.
  3. Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komuniakan untuk menyarankan beberapa cara memeperoleh kebutuhan tersebut.

Aspek Proses Komunikasi

Komunikasi kelompok adalah interaksi tatap muka dari tiga individu dari tujuan yang sudah ditentukan atau diketahui sebelumny, seperti bebagai informasi pemeliharaan diri, pemecahan masala, yang anggota-anggotanya dapat meningkatkan karekteristik pribadi anggota kelompok lainnya dengan tepat.

Komunikasi kelompok perlu diberi batasan yang jelas, hal ini supaya dalam memahaminya tidak terjadi tumpang tinding dengan bentuk-bentuk komunikasi lainnya. Interkasi, saling bertukar ide atau informasi dalam situasi tatap muka merupakan bagian dari komunikasi kelompok. Adanya interaksi dalam sebuah kelompok menimbulkan dinamika dalam internal kelompok.

Penekanan wujud interaksi anatara individu dalam komunikasi kelompok merupakan komunikasi tatap muka yang mana jumlah anggota-anggotanya ralatif terbatas. Dalam komunikasi kelompok seorang komunikator dapat melakukan komunikasi antar pribadi dengan anggota kelompoknya dan bertatap muka secara intensif dengan komunikannyan.

Diskisi kelompok keberhasilan dan kegagalannya akan ditemukan oleh instensitas pesertanya. Dalam proses diskusi pembicara sifat berkesinambungan, maka peserta bebas dan terbuka dalam berbicara. Berdasarkan pada posisinya diskusi dimulai dari jumlah orang yang bertemu secara bersama-sama, memfokuskan perhatian, untuk menggabungkan pengalaman, informasi dan pemikiran kritis pada persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kepentingan bersama, (Lane, 1987).

BAB V

PERAN PENYULUHAN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

 

Konsep Masyarakat yang Diidamkan

untuk mencapai hal ini membutuhkan berbagai disiplin ilmu termasuk didalamnyaperan ilmu penyuluhan pembangunan. Perubahan konsep masyarakat baru  yang dikehendaki akan mempengaruhi disain dan proses pendekatannya.

Visi nasiaonal kita adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang madani, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berdasarkan hukum dan lingkungan, menguasai pengetahuan dan teknologo, memiliki etos kerja yang tinggi serta disiplin.

Misi nasionalnya adalah :

  1. pengamalan pancasila serta konsiten dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  2. penegakan kedaulatan rakyat dalam segala aspek kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara.
  3. peningkatan pengalaman ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
  4. penjaminan kondisi aman, damai, tertib dan ketentraman masyarakat.
  5. perwijutan sistem hukum nasional.
  6. perwujudan kehidupan sosial budaya.
  7. pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional
  8. perwujudan otonomi daerah dalam rangka pembangunan dan pemerataan pertumbuhan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  9. perwujudan kesejahteraan rakyat yang ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan layak dan bermartabat serta memberi perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar yaitu sandang, papan, kesehatan, dan lapangan kerja.
  10. Perwujudan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokrasi dan bermutu, guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inivatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin, dan bertanggung jawab.

Proses interaksi masyarakat diwanai hal-hal sebagai berikut:

  1. Makin terbentuknya negara dan bangsa yang satu terhadap yang lain
  2. Makin terbentuknya bansa-bangsa terhadap informasi tentnang berbagai kejadian di seluruh pelosok dan belahan dunia.
  3. Makin meningkatnya frekuensi kunjungan, pertukaran informasi, ekspos pola dan gaya hidup dan ketergantungan serta pengaruh elemen-elemen kebudayaan antar bangsa.
  4. Meningkatnya intensitas informasi tentang perkembangan mutakhir yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Konsep pemberdayaan manusia

  1. Pendekatan pada masyarakat secara menyeluruh
  2. Pendekatan berdasarkan kemandirian
  3. Pendekatan pemecahan masalah tertentu
  4. Pendekatan demokrasi
  5. Pendekatan eksperimental dan pendekatan konflik kekuasaan

Pemberdayaan masyarakat

  1. Membangun kapasitas internal keluarga
  2. Merubah kepercayaan dan perilaku yang menghambat kemajuan
  3. Memperkuat nilai-nilai tradisional yang kondusif untuk pembangunan

Strategi pemberdayaan masyarakat dan keluarga serta membangun kemitraan:

  1. Analisis yang jelas tentang situasi masyarakat
  2. Pemilihan kelompok yang seksama
  3. Mekanisme dibentuk untuk menjamin keterlibatan anggota masyarakat yang tersisih atau majerial
  4. Unit-unit organisasi lokal yang ada sesuaikan untuk ikut dalam proses dari pada menciptakan struktur-struktur baru dan paralel

Peran pendidikan penyuluahan:

  1. Penyuluhan sebagai proses penyebarluasan informasi
  2. Penyuluhan sebagai proses penerangan
  3. Penyuluhan sebagai proses perubahan perilaku
  4. Penyuluhan sebagai proses pendidikan
  5. Penyuluhan sebagai rekayasa sosial

Penyuluahn sebagai proses rekayasa sosial atau transformasi sosial secara langsung maupun tidak langsung membutuhkan partisipasi masyarakat desa yang terlibat didalamnya. Pengertian partisispasi masyarakat dalam pembangunan secara sederhana adalah keikutsertaan masyarakat dalam bentuk pernyataan atau kegiatan. Keikutsertaan dapat terbentuk akibat terjadinya interaksi sosial anatara individu atau kelompok masyarakat lain dalam pembangunan. Menurut pandangan beberapa ahli, ditinjau sebagai proses rekayasa sosial maka waktu memegang peran penting, yang artinya inovasi yang telah dikenal lebih dulu atau lebih lama akan lebih mudah diterima masyarakat setempat dibandingkan yang baru dikenal.

Ada beberapa orientasi penyuluhan dalam rangka pembangun masyarakat pedesaan yaitu :

  1. Penyuluhan yang berorientasi pada profesi yang mendukung kehidupan masyarakat desa setempat.
  2. Penyuluhan yang berorientasi pada kelangsungan hidup masyarakat setempat dari masa ke masa.
  3. Penyuluhan yang berorientasi pada penerapan teknologi tertentu dalam rangka mendukung program nasional dibidang tertentu, misalanya bidang pangan, perikanan, peternakan, dan sebagainya.
  4. Penyuluhan yang berorientasi pada perubahan sosial masyrakat yang diharapkan dapat terjadi secara bertahap sesuai dengan yang telah diteteapkan.

BAB VI

KOMUNIKASI PARTISIPATIF DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Proses kommunikasi dalam masyarakat

            Potensi sumber daya manusia sangat dibutuhkan dalam menghadapi persaingan di era globalisasi. Sumber daya manusia yang tersedia mestilah yang handal. Sumber daya manusia yang handal akan mampu mengalihkan dan menggali segala ilmu dan teknologi secara individu. Namun yang terjadi sekarang justru ketidakberdayaan masyarakat menghadapi kehidupan mereka. Wadah atau media itu yang akan  menjadi sarana mengembangkan untuk konteks Indonesia saat ini, dibutuhkan strategi kominikasi yang sistematis yang berorientasi pada masyarakat. Sikap kritis mereka, sehingga sebagai manusia mereka mampu melihat realitas hidup.

Untuk memungkinkan masyarakat memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri, sangat dibutuhkan bentuk komunikasi yang mengkondisikan mereka bebas berpendapat, berekspresi, dan mengungkapkan diri secara terbuka satu terhadap yang lain. Pendekatan yang dibutuhkan adalah pendekatan atau model komunikasi yang memungkinkan adanya pertukaran informasi atar komponen dalam proses klomunikasi banyakl dimensi. Pendekatan ini sering disebut dengan model partisipasi (Participatory model) atau mkodel interaksi (Interchange model). Model partisipatori memiliki pertanyaan utama “who is talking back to the who talked to them” artinya semakin banyak dimensi yang diperhatikan. Model ini memiliki anggapan bahwa manusia bukanlah komunikan yang pasif, tetapi merupakan hasil dari lingkungan sosialnya. Artinya, reaksi terhadap setiap pesan yang masuk akan ditentukan oleh lingkungan tersebut. Pemikiran inti dari model komunikasi ini adalah bahwa dalam proses pembicaraan dapat dimungkinkan dan diperhitungkan timbulnya ide-ide baru pada waktu komunikasi sedang berlangsung.

Dinamika kelompok

            Dalam dinamika kelompok terdapat berbagai metode yang dapat dipakai sesuai yang dibutuhkan, yakni:

  1. Permainan : merupan suatu pola dimana peserta terlibat dalam perlombaan dengan yang lainnya, ini menyangkut pula sekumpulan peraturan yang diberikan.
  2. Simulasi : pada umumnya digunakan untuk melatih para operator masa mendatang dimana adalah tidak praktis dan berbahaya bagi peserta untuk menggunakan lokasi atau peralatan y6ang sesungguhnya.
  3. Pengasah otak : kesemua itu bukanlah permainan atau simulasi murni, tetapi teka-teki yang salah satu di antara dua memelihara daya ingat pesertaq atau menyoroti bagian-bagian kunci.
  4. Permainan peranan : digunakan dalam melatih pemahaman para peserta beraksi dalam situasi-situasi tertentu, sebelum dan setelah pertemuan latihan.
  5. Studi-studi khusus : suatu kasus dipelajari oleh salah satu diantara dua kelompok, atau oleh individual.

 

 

Rintangan komunikasi

Walaupun teramat sulit untuk melakukan komunikasi secara sempurna, selama ada kesadaran dan pengetahuan tentang rintangan-rintangan yang dapat mempengaruhinya, maka efektifitas kominikasi relatif bisa dicapai. Beberapa rintangan komunikasi dikemukankan oleh J.Wiliam Pfeifier (Kamari,1994) sebagai berikut :

  1. Kepentingan diri sendiri
  2. Emosional
  3. Permusuhan
  4. Kharisma
  5. Pengalaman yang lampau
  6. Ucapan yang kurang jelas
  7. Stereotip
  8. Lingkungan fisik
  9. Pemikiran melayang
  10. Beladiri
  11. Hubungan
  12. Status

Konsep utama pembanguna pertisipatif yang berpusat pada masyarakat cukup sederhana. Konsep ini merupakan suatu pendekatan yang memandang in isiatif kreatif dari rakyat sebagai sumber daya pembangunan yang utama dan memeandang kesejahteraan meterial dan spiritual merekia sebagai tujuan yang ingin dicapai melalui proses pembangunan.

Pendekatan ini menyareankan sistem pemakain agar kritis terhadap isu-isu yang mereka hadapi dan menganalisis situasi mereka sendiri, bebeas dari sistem sumber. Mereka harus berperan dalam pembangunan, baik dalam perencaan maupun dalam pelaksanaan. Karna itu, pembangunan haruslah bersifat partisipatif dan interaktif. Dalam pers[ektif ini komunikasi dianggap suatu proses yang partisipan-partisipannya bertukar tanda-tabda informasi untuk mengurangi ketidakpastian. Dalam komunikasi terdapat transaksi atau pertukaran informasi diantara para partisipan, yangt dengan caranya sendiri telah memberikan konstribusi pada proses tumbuhnya pengertian.

Dinamika kelompok sebagai salah satu metode pendidikan, ternyata bukan sekedar permainan biasa. Metode ini mencakup dua jenis energi kelompok yaitu energi untuk pemeliharaan dan kohesi. Dinamika kelompok sebagai metode yang partisipatif dan iteraktif dapat membangun sebuah tim yang kohesif, dimana setiap orang didalamnya dapat berlatih keterampilan berkomunikasi, memecahkan masalah kepemimpinan, dan metode diskusi. Sambil bermain setian orang dapat menggali dan memenukan pengetahuan sendiri.

Hal yang perlu diingat adalah, tiap orang memepunytai kedudukan yang sederajat, sama-sama memepunyai kemampuan dan kesempatan untuk mengatur diri sendiri. Jadi setiapa orang adalah subjek bagi diri dan dunianya. Ini merup[aka wajah demokrasi yang sebenarnya.

 

 

 

BAB VII

KONSTRIBUSI PENYULUHAN PEMBANGUNAN DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH

 

Otonomi daerah

Banyak faktor memeicu lahirnya UU Otonomi daerah dan dalam menyongsong pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan UU No. 22/1999 dan UU No. 25/1999 masih banyak hanbatan yang akan ditemui. Akan teteapi pemerintah telah memutuskan pelaksanaan otonomi daerah pada tahun 2001 dengan menginstruksikan kabupaten/kota menyusun RAPBD tahun tersebut. Kenstribusi penyuluhan pembangunan dalam pelaksanaan otonomi daerah yang dibahas, mencakup : (1) penyuluhan pembanguna sebagai proses esensi pokok aktivitas belajar mengajar (ABM) dan adanya sarana penyangga operasional penyuluhan (SPOP) (2) pendidikan pemyuluhan dan comunikasi davelopment (CD); dan (3) Penyuluhan pembangunan mengenai manajemen pembangunan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah. Pemnyuluhan pembangunan adalah penting dan dapat memberikan konstribusi yang besar dalam pelangsanaan otonomi daerah asal saja proses AMB aktif dan SPOP tersedia dan menggunakan pendekatan CD.

Penyuluhan pembangunan

Penyuluhan pembangunan adalah bagaimana pola prilaku manusia pembangunan terbentuk, bagaimana prilaku manusia dapat berubah dan diubah sehingga mau meninggalkan kebiasaan lama dan menggantinya dengan prilaku yang baru yang berakibat kualitas kehidupan orang bersangkutan menjadi lebih baik. Pengertian penyuluhan pembangunan tersebut dikemukakan oleh Prof. Dr. H.R. Margono Slamet berdasarkan pengertian dasar  dari ilmu penyuluhan pembangunan. Oleh karena pelaksanaan otonomi daerah akan terlaksana pada era globalisasi, tetentu saja ada pengaruh yang nyata seperti kemudahan akses informasi dari mancanegara dan maraknya operasi LSM daerah pedesaan.

Prinsip dasar otonomi daerah

Pengertian otonomi daerah berdasarkan UU No. 22/1999 (pasal 1.h,1) kewenangan daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat (1) menurut prakarsa sendiri; (2) berdasarkan aspirasi masyarakat (30) sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan (4) dalam ikatan negara kesatuan Republik Indonesia. Dasar dari pembentukan, pemekaran, penggabungan, penghapusan daerah adalah kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, jumlah pennduduk, luas daerah dan lain-lain.

Penyuluhan pembangunan dan Otonomi Daerah penyulhan sebagai proses dalam otonomi daerah

Esensi pokok penyuluhan yang merupakan esesnsi (central esxncel) yang dapat ditransfer mengenai penyulihan dari negara asalnya Amerika Serikat kepada negara yang mempunyai banyak perbedaan (termasuk Indonesia dengan sistem otonomi daerahnya) menurut Mosher (1976) adalah proses pendidikan luar sekolah yaitu : (1) penyluhan yang bekerjasama dengan masyarakat desa bertumpu kepada hal yang menarik minat dan yang merupakan  kebutuhan nyata dari masyarakat yang berkaitan dengan peningkatan tarip hidup dan membantu perkembangan masyarakat. (2) menggunakan teknik mengajar tertentu (3) dilaksanakan secara bersama dengan bantuan sarana penyangga penyuluhan, dan (4) terlaksana dalam serangkaian kerjasama dan saling menghormati. Mosher (1975) mengacu kepada pengertian proses “A series of detion or operations definetly condueting to and” dan menekankan bahwa proses penyulahan adalah terdiri atas aksi dan operasi yang dilaksanakan secara nyata oleh orang-orang. Dikemukakan pula bahwa faktor pokok dari proses penyuluhan adalah akan adanya aktivitas belajar.

Mengajar (ABM) dan tersediannya sarana penyangga operasional penyuluhan (SPOP). Aktivitas belajar mengajar (ABM) adalah mencakup :

  1. Kunjungan ke usaha dan ke rumah-rumah sasaran penyuluhan
  2. Demonstrasi metode
  3. Demonstrasi hasil
  4. Partisipasi lokal dalam perencanaan program
  5. Tour
  6. Pertemuan (meetings)
  7. Pameran

Sarana penyangga operasional penyuluhan (SPOP) mencakup :

  1. Adanya subjek matter specialist
  2. Rumusan rencana kerja
  3. Pembuatan kalender peristiwa
  4. Perencaan “in smice training”
  5. Perancanaan evaluasi
  6. Pelaksanaan (eksekusi) dari SPOP

Penyuluhan pembangunan sebagai proses

Penyuluhan pembangunan merupakan proses penyebarluasan informasi yang diperlukan dan berkembang selama pelaksanaan pembangunan yaitu yang berkaitan dengan upaya perbaikan cara kerja baru demi tercapainnya perbaikan kesejahteraan keluarga masyarakat yang diupayakan melalui kegiatan pembangunan. Informasi disebar adalah : (1) hasil temuan yang dihasilkan para peneliti disampaikan kepada masyarakat pengguna; masyarakat dan pendapatan daerah. Pengenalan informasi baru tersebut akan lebih menaikan pendapatan daerah apabila diiringi dengan penyuluahan perpajakan. Sarana dan prasarana pembangunan berfungsi untuk mendukung peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat adalah bergandengan dengan kegiatan penyuluhan pembangunan dalam pelaksanaan otonomi daerah. Organisasi dan manajemen pemerintahan baik untuk keperluan intern apabila dalam aktivitas ekstern mengemban visi dan misi mestilah menyiapkan bagian penyuluhan dalam setiap dinas dan instansi pemerintah.

Pelayanan adalah kegiatan dari penyuluhan (aparat pemerintah dan LSM) yang merupakan misi utama penyuluhan pembangunan. Peran serta adalah keikutsertaan masyarakat yang merupakan kegiatan nyata masyarakat dalam pembangunan ataupun menjadi sumber informasi (yang merupakan umpan balik bagi program kesejahteraan) penyuluhan pembangunan dalam pelaksanaan otonomi daerah dan pendekatan community developmet (CD).CD adalah sama dengan penyuluhan pembangunan dalam proses dan prinsip, hanya berbeda dalam penekanan. CD lebih umum dan lebih komprehensif, keputusan ditangan kelompok masyarakat yang merupakan hal yang akan berkembang dalam pelaksaan otonomi daerah.